Connect with us

Hasan Mumu Muhtar

Hasan Mumu Muhtar

Dawuh Gus Mus, 3 Keberkahan Sering Kali Khilaf tak Terfikir yang Harus Disyukuri

Artikel

Dawuh Gus Mus, 3 Keberkahan Sering Kali Khilaf tak Terfikir yang Harus Disyukuri

Kita muslim diyakinkan dalam setiap tindakan atau perbuatan dimulai dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Tidaklah akan habis dibahas keberkahan yang diberikan Tuhan sang Maha segalanya dalam kehidupan di dunia ini, setiap apa yang ada didunia ini adalah bentuk nikmat yang harus kita syukuri.

Dalam salah satu acara pengajian bertepatan tahun baru islam, Gus Mus memberikan dawuh 3 keberkahan yang mungkin harus jadi konsen kita sebagai muslim di Indonesia.

Pertama, berkah kita dilahirkan sebagai Manusia. Dalam kehidupan ini ada 3 jenis makhluk hidup, ada tumbuhan, hewan dan manusia. Tumbuhan sebagai makhluk hidup hanya bisa merasakan, tidak bisa berfikir dan berekspresi.
Selanjutnya Hewan, ia merupakan makhluk hidup yang sudah dapat memilikk rasa dan berekspresi. Hewan dapat meluapkan emosinya sedih, marah, kecewa dll. Akan tetapi hewan tidak diberikan berkah akal oleh Allah SWT.
Terakhir kita sebagai manusia, makhluk mulia dengan segala keberkahan luar biasa yang diberikan Allah SWT, Makhluk sempurna yang di bekali rasa, ekspresi dan akal pikiran.

Kedua, berkah kita dilahirkan sebagai muslim pengikut Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad SAW adalah nabi akhir jaman, yaaa maulana manusia kekasih allah. Nabi Muhammad SAW membawa ajaran Islam untuk manusia dan semesta alam. Ajaran nabi untuk kita pengikutnya semua dengan kemudahan, karena nabi mengerti manusia sebagai manusia. Tidak ada ajaran ibadah yang sulit atau menyulitkan untuk dilaksanakan.

Ketiga, berkah kita dilahirkan di bumi Indonesia. Bumi yang indah, tanah yang subur, laut yang luas, kekayaan alam dan kekayaaan budaya yang melimpah. Negara di daerah yang serba cukup, panasnya cukup, dinginnya cukup, udara yang sejuk.

Dari ketiga berkah tersebut, bagaimana cara kita bersyukur sebagai manusia, sebagai muslim dan sebagai bangsa Indonesja. Hal itu tidak cukup dengan hanya mengatakan Alhamdullah, kita bertanggung jawab untuk mencintai sesama manusia, mencintai hewan dan alam tumbuhan. Kita bahkan sering lalai jangan kan menjaga alam, hal yang sangat krusial saja kita sering lupa, “memanusiakan manusia”.

Dengan segala keringan beribadah sebagai muslim bahkan kita masih sering lalai, tidak ada sedikitpun perintah beribadah tuntunan nabi Muhammad SAW yang sulit dilakukan. Sebagai umat yang di cintai nabi, kita masih perlu mempertanyakan kecintaan kita kepada baginda nabi. Jangan – jangan akhlak kita masih jauh dari akhlak yang diajarkan baginda nabi.

Terakhir rasa syukur kita terhadap berkah Indonesia adalah mencintai dan harus menjaga bumi Nusantara beserta isinya. Menjaga Indonesia berarti menjaga Pancasila, menjaga Bhineka Tunggal Ika, dan tuntunan UUD 1945. Kita adalah pewaris sah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), apapun kita, siapapun kita, selama masih menghirup udara yang sama, berdiri di tanah yang sama, meminum air yang sama yaitu bumi Indonesia maka kita adalah bersaudara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Artikel

# Keyword

Facebook

Instagram

Instagram did not return any images.

Follow Me!

To Top