Connect with us

Hasan Mumu Muhtar

Hasan Mumu Muhtar

Dinamika Penyusunan AKD DPRD Kota Bekasi hal Biasa

Terbaru

Dinamika Penyusunan AKD DPRD Kota Bekasi hal Biasa

Proses penyusunan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) yang baru – baru ini ramai menjadi polemik adalah agenda rutin setiap awal masa jabatan DPRD terpilih. Dengan sudah di sahkan nya Tata tertib (Tatib) regulasi sudah jalan, rules nya jalan, jadi tidak masalah. Kalaupun mungkin yang perlu kita soroti atau kritisi justru kalau proses penyusunan AKD tidak sesuai Tatib.

Kalau semangatnya siapa dapet apa di penyusunan AKD berarti itu lebih mengedepankan kepentingan. Saya pikir Fraksi Golkar tidak seperti itu arahnya, ini jelas ditunjukan salah satunya dengan merekomendasi “Cak Lihin” sebagai calon Ketua Komisi. itu menunjukan kedewasaan Partai Golkar dalam berpolitik, Fraksi yang mengubah namanya Golkar Persatuan setelah bergabungnya Partai Persatuan Pembangunan (PPP) lebih proporsional karena Cak Lihin merupakan representasi dua kursi dari partai yamg dipimpinnya. Dari gambaran ini Fraksi Golkar Persatuan memperlihatkan bahwa tidak ada lagi egoisme Partai masing – masing di internal fraksi, dan ini tentunya sangat positif bagi pendidikan politik di masyarakat Kota Bekasi.

Selanjutnya saya berharap Ini jadi moment koreksi untuk pola komunikasi politik lintas partai di Kota Bekasi. Komposisi Anggota Dewan terpilih jelas banyak wajah – wajah baru termasuk di partai – partai dengan perolehan kursi teratas. Komunikasi antar Ketua Partai tingkat Kota Bekasi juga nampaknya tidak seperti periode sebelumnya. Hari ini kemungkinan lebih dinamis karena di beberapa Partai Politik Ketua Partai tidak menjadi sosok yang kuat secara internal. Duet Golkar – PDIP sebagai pemenang suara terbanyak kedua dan ketiga di eksekutif pun, tidak serta merta bisa menurunkan frekuensi dinamika politik di gedung dewan. Sehingga Partai tengah dengan komposisi sekarang justru lebih bisa ambil peran, bahasa kelakarnya “NJOP lebih mahal”. Terbukti Fraksi Demokrat dan Fraksi PAN bisa mendapat 2 (dua) porsi Ketua Komisi dalam penyusunan AKD.

Saya pikir dinamika ini tidak perlu dibuat konflik berlarut – larut, karena kita semua justru menunggu kinerja maksimal para anggota dewan terhormat, pekerjaan rumah para Dewan terhormat sudah menunggu, tidak ada kata lain selain bekerja. Selamat bekerja para anggota Dewan terpilih periode 2019 – 2024.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Terbaru

# Keyword

Facebook

Instagram

Instagram did not return any images.

Follow Me!

To Top