Connect with us

Hasan Mumu Muhtar

Hasan Mumu Muhtar

Ramai Bekasi Jadi Jakarta Tenggara adalah Soal Timing

Artikel

Ramai Bekasi Jadi Jakarta Tenggara adalah Soal Timing

Belakang ini ramai diperbincangkan mengenai Bekasi dengan wacana Jakarta Tenggara. Entah dari mana wacana ini pertama kali digulirkan, yang pasti Walikota Bekasi Rahmat Effendi yang menjadi Triggernya. Bahkan beliau sudah menghiasi beberapa acara perbincangan di stasiun televisi ternama.

Banyak hal yang bisa diperdebatkan tergantung dari sisi mana kita melihatnya, ada sisi politik, sosial, budaya, administrasi, ekonomi dan pembangunan. Mungkin kali saya hanya akan melihat dari sisi politiknya saja. Saya teringat dengan tokoh besar dari China “Sam Kok” menurutnya orang hebat atau pahlawan hal yang paling utamanya adalah moment / timing. Sehebat apapun seorang, jika keluar pada timing kurang tepat, dapat dipastikan tidak akan terjadi sesuatu yang berarti/luar biasa.

Wacana Bekasi – Jakarta Tenggara adalah soal timing. Secara nasional sedang ramai karena Pemerintah Pusat mengumumkan perpindahan Ibu Kota DKI Jakarta ke Kalimantan Timur, di waktu bersamaan ada Wacana Bogor Raya. Ini soal momentum, karena di lain tempat banyak sekali daerah – daerah yang sedang berproses pemekaran, pengajuan propinsi dan lain – lain tetapi tidak menjadi perbincangan hangat. Sementara di Kota Bekasi sendiri sebenarnya belum ada langkah yang nyata dalam proses administrasi pilihan masuknya Kota Bekasi ke DKI Jakarta.

Apa kaitannya dengan dua hal tersebut diatas. Walikota Bekasi Pak DR Rahmat Effendi berhasil ambil timing / moment tersebut secara cepat dan tepat, dengan Wacana istilah nama yang sangat asing “Jakarta Tenggara” Sehingga cepat tertanam dalam ingatan masyarakat. Silahkan di cek kemungkinan nama tersebut tidak ditemukan dalam dokumen administrasi apapun baik di Kota Bekasi maupun di DKI Jakarta.

Bang Pepen dengan gaya agitasi nya berhasil menjadi Pahlawan (dalam tanda petik) pada momentum ini. Beliau berhasil menyihir banyak penonton dengan pola komunikasi cerdasnya. Membuat penonton hanyut dalam arus wacana tersebut seakan Jakarta Tenggara akan terbentuk beberapa hari ke depan. Begitu banyak masyarakat Kota Bekasi yang saling ambil sikap pro dan kontra, bahkan banyak tokoh berkomentar hingga saling sindir.

Menurut saya momentum terbaik Kota Bekasi masuk DKI Jakarta adalah ketika realisasi perpindahan Ibu Kota Negara, DKI Jakarta tidak lagi jadi Daerah Khusus tetapi jadi Provinsi Jakarta. Karena masuknya Bekasi ke Jakarta itu persoalan administrasi, dan berkaitan dengan peraturan perundang-undangan. Selanjutnya tentu dibutuhkan keseriusan Pemerintah Kota Bekasi dalam proses perkembangan peradaban (mengambil istilah bang pepen) kehidupan kota. Masuknya Kota Bekasi ke Propinsi manapun perlu kajian yang matang, tidak hanya soal untung rugi tapi bagaimana visi Kota Bekasi ke depan dapat terencana dengan baik. Pembangunan dan penataan butuh perencanaan jadi bergabung dengan salah satu propinsi adalah bagian dari perencanaan besar pembangunan Kota Bekasi.

Terakhir, momentum ini sudah dimanfaatkan secara cerdas oleh Walikota Bekasi untuk menaikan popularitasnya, tidak hanya di Bekasi, ramai di Jakarta bahkan secara Nasional. Beliau berhasil mencitrakan diri sebagai salah satu tokoh asli betawi yang memiliki kemampuan intelektual dan pengalaman mengurus pemerintahan di daerah yang baik dan berkarakter. Ini bukan soal terlalu pagi bicara Politik Pilgub DKI kedepan, tapi moment pelangi sudah hadir saat cuaca cerah selepas hujan deras.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Artikel

# Keyword

Facebook

Instagram

Instagram did not return a 200.

Follow Me!

To Top